Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


14 visitors online now
12 guests, 2 bots, 0 members
Map of Visitors

Tambahan Lafazh Adzan Saat Hujan

salafymediasalafymedia

Islam memang mendatangkan banyak sekali kemudahan dalam penerapan-penerapan amaliah. Yang mana itu hendaknya menjadikan seorang muslim bersyukur kepada Allah atas nikmat Islam yang dia dapatkan.

Salah satunya, ialah keringanan untuk mengerjakan shalat lima waktu di rumah bagi kaum lelaki di saat hujan turun. Oleh karenanya, disyari’atkan bagi mu’adzin untuk menambahkan lafazh tertentu untuk memaklumkan akan bolehnya shalat di rumah dalam kondisi hujan.

Untuk mempermudah pengamalannya, simaklah dengan baik dua point berikut ini :

1. Lafazh-lafazh tambahan saat adzan ketika hujan turun ada empat :

١. الصلاة في الرحال

Ash-sholaatu fir rihaal

٢. ألا صلوا في رحالكم

Alaa Sholluu fii rihaalikum

٣. صلوا في بيوتكم

Sholluu fii buyuutikum

٤. ومن قعد فلا حرج عليه

Wa man qo’ada falaa haroja ‘alaih

Yang kesemuanya bermakna : Pemberitahuan akan bolehnya shalat di rumah bagi kaum laki-laki. Silakan seorang mu’adzin memilih salah satu dari empat lafazh ini dikarenakan kesemuanya shahih.

Keempat tambahan lafazh ini dinilai shahih oleh asy-Syaikh Nashir dalam ash-Shahiihah dan ats-Tsamar al-Mustathaab.

2. Kapan mu’adzin mengucapkannya?

Seorang yang adzan diberikan tiga tempat pilihan saat mengucapkan lafazh di atas :

a. Pengganti “حي على الصلاة” , berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam riwayat Al Bukhari dan Muslim

b. Setelah “حي على الفلاح” , berdasarkan pada seorang sahabat dari Tsaqif dalam riwayat An Nasaa’i. Jika tempat kedua yang dipilih maka “Hayya ‘alash sholaah” tetap dibaca.

c. Setelah adzan selesai langsung dibaca lafazh tersebut. Berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dalam riwayat Al Bukhari dan Muslim

Dikatakan oleh Asy-Syaikh Nashir Al Albani bahwa sunnah ini telah begitu banyak ditinggalkan oleh orang yang mengumandangkan adzan di waktu hujan. Maka sepantasnya bagi seorang muslim untuk dia bersungguh-sungguh dalam menghidupkan sunnah ini pada saat tiba waktu pengamalannya. Hanya pada Allah kita memohon taufiiq.

— @Kota Raja, Jalur Masjid Agung

— Hari Ahadi, 27 Rabi’ul Akhir 1439 / 15 Januari 2018 (direvisi pada 18 Ramadhan 1439)

Powered by WPeMatico