Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


12 visitors online now
10 guests, 2 bots, 0 members
Map of Visitors

Sok Suci.. Hati-hati!

salafymediasalafymedia

Di antara sejumlah sifat yang dicela dalam Islam ialah :

– Menganggap diri telah bersih dari kesalahan,
– Menilai bahwa kesalahan yang ada pada dirinya tidak banyak.

Kedua sifat ini merupakan sifat yang tercela. Allah subhanahu wa ta`ala berfirman :

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. an-Najm : 32)

Apakah dia mengucapkan langsung dengan lisannya seraya berkata, “Saya ini orang baik”. Ataukah secara tidak langsung, melalui lisan haal-nya (sikapnya). Seperti orang yang tidak mau mendengarkan nasihat di saat dia terjatuh dalam kesalahan.

Terkait dengan orang yang menganggap bahwa dosa yang ada pada dirinya sedikit; sehingga kalaupun masuk neraka paling-paling hanya sebentar, sesungguhnya ini merupakan salah satu dari perangai kaum Yahudi, Allah subhanahu wa ta`ala mengisahkan tentang ucapan mereka dalam Al Qur’an :

وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً

“Dan mereka berkata; ‘Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja’.” (QS. Al-Baqarah : 80)

Dalam anggapan mereka, kalaulah mereka masuk ke dalam neraka, maka tidak akan lama. Sehingga bila didapati di antara kita yang memiliki kesamaan pemikiran dengan pikirannya orang Yahudi ini, berarti dia telah terjatuh dalam perbuatan “tasyabbuh” (meniru-niru) kaum Yahudi, yang mana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentangnya :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Siapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia terhitung bagian dari kaum itu.” HR. Abu Dawud no. 4031, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muhammad Nashir.

Maka seorang muslim yang baik hendaknya memiliki kewaspadaan dalam hal-hal seperti ini agar ia tidak jatuh terjerembab ke dalam dua sifat tercela di atas.

— Direvisi di Masjid Abu Hurairah, @Kota Raja

— Hari Ahadi, 18 Agustus 2016

Powered by WPeMatico