Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


19 visitors online now
3 guests, 16 bots, 0 members
Map of Visitors

SIKAP KITA TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR

salafymediasalafymedia

✍ Group WhatsApp 💬 :
🌴 PENCARI AL-HAQ 🌴
~~•¤•~~

🔬 SIKAP KITA TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR
💺 Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan حفظه الله

🚩Anggota Badan Persatuan Ulama Besar Saudi Arabia dan Anggota Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa 💺📜
📝 “Al Bara’ secara lughoh bermakna memutus.

🔎 Menurut syari’at adalah memutus hubungan keagamaan dan hubungan batin dan hubungan perbuatan.

Hubungan batin yaitu engkau memutus kecintaan terhadap orang-orang kafir.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang, padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (QS. Al-Mumtahanah : 1)

Maka engkau tidak mencintai mereka dengan hatimu. Akan tetapi membenci mereka karena Allah جل وعلا membenci mereka, memusuhi mereka karena Allah جل شأنه memusuhi mereka.

“Janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu” (QS. Al-Mumtahanah : 1)

👅 Dan bentuk loyalitas terhadap orang-orang kafir dengan lisan yang diharamkan yaitu dengan engkau memuji mereka.

Demikian pula, bentuk loyalitas terhadap orang kafir yang diharamkan adalah loyalitas perbuatan yaitu dengan membantu mereka, dengan perkataan maupun perbuatan.

⛔ Maka kaum muslimin tidak boleh berpihak kepada orang kafir atau membela mereka, atau bergabung dengan mereka untuk memerangi kaum muslimin.

Dan tidak boleh berloyal terhadap orang kafir meskipun merupakan kerabat dekat.

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah : 22)

🌹Nabi Ibrahim عليه السلام ketika telah jelas bahwa ayahnya adalah musuh Allah جل جلاله maka beliau berlepas diri darinya.

“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (QS. At-Taubah : 114)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat” (QS. Al-Mujadilah : 22)

Ini menunjukkan bahwa loyalitas terhadap orang kafir bertentangan atau berlawanan dengan iman kepada Allah dan hari akhirat.

“Kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Mujadilah : 22)

Dia dalam satu posisi sedang Allah dan Rasul-Nya disisi yang lain. Tidak bersama Allah dan Rasul-Nya. Meskipun itu bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, atau keluarga mereka.

☝Inilah iman!

⚠ Adapun orang-orang yang menyamaratakan manusia, bahwa mereka semua sama, mereka mengatakan ini adalah kemanusiaan, mendengungkan atau mendendangkan kemanusiaan.
✋⛔ Tidak! Kita adalah kaum muslimin. Kita tidak menyerukan kemanusiaan. Akan tetapi kita menyerukan keimanan!
📝 Dipetik dan diterjemahkan dari muhadhoroh Syaikh Shalih Al-Fauzan حفظه الله yang berjudul “Aqidatuna fil Wala wal Bara”
=====================
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
📊 Channel Telegram 📮:
http://telegram.me/pencari

Powered by WPeMatico