Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


7 visitors online now
5 guests, 2 bots, 0 members
Map of Visitors

Shalat Sunnah Berhadiah Rumah

salafymediasalafymedia

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah meriwayatkan sebuah hadits dari suaminya. Bahwa beliau ﷺ bersabda :

ما من عبد مسلم يصلي لله كل يوم ثنتي عشرة ركعة تطوعا غير فريضة إلا بنى الله له بيتا في الجنة أو إلا بني له بيت في الجنة

“Tak seorang muslim pun yang mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat -bukan shalat wajib- dalam setiap harinya ikhlas karena Allah ta’ala; kecuali Dia akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” ataukah beliau mengatakan, “… kecuali pasti akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” HR. Muslim, ad-Daarimiy, dan Abu Dawud.

Dalam riwayat at-Tirmidzi dan an-Nasaa-i, terdapat keterangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dua belas rakaat ini. Kata beliau ﷺ :

أربع ركعات قبل الظهر، و ركعتين بعد الظهر، و ركعتين بعد المغرب، و ركعتين بعد العشاء، و ركعتين قبل الفجر

“(Dua belas rakaat tersebut) adalah :
empat rakaat sebelum mengerjakan shalat zhuhr
dua rakaat setelah shalat zhuhr
dua rakaat setelah shalat maghrib
dua rakaat setelah shalat ‘isya
dan dua rakaat sebelum shalat subuh.”

Beberapa petikan hukum dari hadits ini :

• Penjelasan akan keutamaan orang yang mengerjakan amalan ini rutin setiap hari. Bahwa ia akan dibangunkan oleh Allah rumah di dalam surga. Dan kandungan dari janji Allah ini adalah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan memasukan si hamba ke dalam surga. Karena dipersiapkannya rumah di dalam surga adalah agar ditempati. Allah subhanahu wa ta’ala tersucikan dari melakukan sesuatu yang sia-sia. Tidak seperti persangkaan sebagian orang yang beranggapan “Apa gunanya ada rumah di surga kalau nanti kita bakal masuk neraka… “.

• Yang ingin mendapatkan keutamaan ini, maka hendaknya ia mengamalkan apa yang diterangkan di dalam hadits ini secara utuh. Yaitu dua belas rakaat shalat sunnah dengan rincian yang disebutkan. Bukan hanya mengerjakan sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain.

• Semangatnya generasi salaf (pendahulu umat ini) dalam mengejar kebaikan. Disebutkan di dalam shahih Muslim bahwa Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata :

فما برحت أصليهن بعد

“Setelah mendengar hadits ini, aku senantiasa mengerjakan dua belas rakaat tersebut.”

Berkata pula ‘Amr bin Aus rahimahullah (yang menjadi periwayat hadits ini) :

ما برحت أصليهن بعد

“Setelah mendengar hadits ini, aku senantiasa mengerjakan dua belas rakaat tersebut.”

Demikian juga halnya Nu’man bin Salim rahimahulah, beliau mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh keduanya.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan pertolongan pada kita untuk konsisten dalam mengamalkan amalan agung ini. Allahumma Aamiin..

— @Kota Raja, Jalur Masjid Agung

— Hari Ahadi, 02 Rabi’ul Akhir 1438 / 31 Desember 2016

Powered by WPeMatico