Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


14 visitors online now
11 guests, 3 bots, 0 members
Map of Visitors

Senyum ke Tetangga

salafymediasalafymedia

Masyarakat kita memang dikenal sebagai orang-orang yang ramah dan baik hati. Alhamdulillah. Tapi keramah-tamahan kita tetap harus diiringi dengan ketundukan mutlak pada aturan agama. Jangan sampai kita ramah tapi tidak pada tempatnya.

Satu bentuk dari ramahnya orang kita ialah mudah menebar senyum, baik pada kenalan atau yang belum dikenal, meski memang ada juga sebagian yang berwatak agak keras sulit untuk melakukannya. Secara umum, menebar senyum memang hal yang mulia. Kata Rasulullah ﷺ :

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu pada saudaramu itu sedekah.” HR. At-Tirmidzi (1956)

Tapi ketahuilah! Bahwa terpujinya menebar senyum tidak berlaku bagi wanita yang memberikan senyumnya pada lelaki yang bukan mahramnya, seperti tetangganya, kenalannya, dan lain-lain.

Semua orang yakin akan bahayanya wanita tersenyum pada lelaki yang bukan mahramnya. Tidak jarang kita jumpai keretakan rumah tangga berawal dari saling senyum dengan tetangga (yang lawan jenis). Dan dampak yang sangat negatif lainnya berawal dari pintu ini, Wal ‘iyaadzu billah.

Mungkin penting kiranya dalam pembahasan ini kita simak sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Lajnah Ad-Daa’imah berikut :

P : Apakah boleh seorang wanita tersenyum pada lelaki yang bukan mahramnya? Hanya senyum ringan, tidak sampai menampakkan gigi atau menimbulkan suara?

الجواب: يحرم على المرأة أن تكشف وجهها وأن تبتسم للرجل الأجنبي؛ لما يفضي إليه ذلك من الشر

J : “Haram hukumnya seorang wanita menampakkan wajahnya dan melemparkan senyum pada lelaki yang bukan mahramnya. Sebab hal itu bisa memunculkan beragam kejelekan.” (Fataawa al-Lajnah ad-Daa’imah, XVII/25)

Mungkin ada yang berkata, “Kan Islam mengatur agar kita berlaku baik dengan tetangga, yaa minimalnya dengan senyum lah.” Ya, benar. Tapi tetap harus dibatasi dengan batas-batas syariat.

Maka silakan tersenyum dengan tetangga, tapi tidak dengan lawan jenis. Seorang lelaki menyapa dengan senyum tetangganya yang lelaki. Dan seorang wanita menyapa dengan senyum tetangganya yang wanita.

Semoga kita bisa senantiasa bijak dalam semua sikap, terus menimbangnya dengan neraca syariat, dan tanpa henti mengejar asa untuk menggapai ridha-Nya. Aamiin.

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja

— Hari Ahadi, Dhuha 06 Rabi’ul Awal 1438 / 05 Desember 2016

Powered by WPeMatico