Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


26 visitors online now
5 guests, 21 bots, 0 members
Map of Visitors

Perjalanan Panjang Meraih Ilmu (bagian 2)

salafymediasalafymedia

Perjalanan Panjang Meraih Ilmu (bagian 2)
Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc.

 

Rihlah untuk Membela Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Kedustaan
Bukan hanya rihlah menuntut hadits yang sahih, para ulama pun rela menempuh perjalanan jauh untuk meneliti keabsahan suatu hadits. Makar-makar musuh Islam pun terbongkar, pintalan-pintalannya terurai.
Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan sebuah riwayat dalam kitabnya, al-Maudhu’at, tentang terbongkarnya kepalsuan hadits Ubai bin Ka’b tentang fadhail al-Qur’an.
Beliau berkata,

“… Dari Mahmud bin Ghailan[2] dia berkata, Aku mendengar Muammal berkata, Seorang syaikh menyampaikan kepadaku (hadits) fadhail surat-surat al-Qur’an yang diriwayatkan dari Ubai bin Ka’b radhiallahu ‘anhu. Aku bertanya kepadanya, ‘Siapa yang menyampaikan kepadamu?’ Dia berkata, ‘Seorang syaikh di negeri Mada’in, dia masih hidup.’

(Muammal berkata,) aku pun pergi kepadanya dan bertanya, ‘Siapa yang menyampaikan kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Seorang syaikh di negeri Wasith dan dia masih hidup.’

Aku pun pergi kepadanya dan bertanya, ‘Siapa yang menyampaikan kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Seorang syaikh di negeri Bashrah.’

Aku pergi kepadanya. Dia berkata, ‘Yang menyampaikan kepadaku adalah seorang syaikh dari negeri Ba’adan.’

Aku pun menjumpai syaikh tersebut. (Ketika aku telah bertemu dengannya di Ba’adan, aku tanyakan, siapa yang menyampaikan hadits ini?) Dia pun meraih tanganku dan membawaku masuk ke dalam sebuah rumah yang ternyata terdapat sejumlah penganut sufi beserta seorang syaikh.

_Dia berkata, ‘Syaikh inilah yang menyampaikan hadits (Ubai bin Ka’b radhiallahu ‘anhu kepadaku).’

Aku (Muammal) bertanya pada syaikh (sufi), ‘Siapa yang menyampaikan hadits ini?’ Dia berkata, ‘Tidak ada seorang pun menyampaikannya kepadaku. Akan tetapi, kami menyaksikan manusia lari dari al-Qur’an, maka kami membuat (baca: memalsukan) hadits untuk (kebaikan) manusia agar mereka mau kembali pada al-Qur’an’.” (al-Maudhu’at [1/239—241])

⚠ Perhatikanlah kesungguhan ahlul hadits memperjuangkan agama Allah ‘azza wa jalla dan membela sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan cara membersihkan hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kepalsuan.

Seorang dari mereka bersedia berjalan jauh, berkeliling ke berbagai negeri, hanya untuk meneliti kebenaran sebuah hadits.

Semoga Allah ‘azza wa jalla mengumpulkan kita bersama mereka dalam jannah-Nya yang penuh kenikmatan.
Keadaan Umat yang Menyedihkan
✏Apa yang kita kisahkan di atas demikian indah. Namun, keadaannya terbalik dengan kebanyakan kaum muslimin di akhir zaman, termasuk di negeri kita.

Saat ini, jarang terlihat sosok muslim duduk bersimpuh di hadapan Allah ‘azza wa jalla membaca kalam-Nya. Sangat sukar didapatkan pemandangan seorang muslim membaca hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menghafalkannya, dan mentadaburi makna yang terkandung di dalamnya.

Lihatlah para pemuda generasi Islam di sekitar kita. Apakah mereka menekuni shalat lima waktu yang Allah ‘azza wa jallawajibkan atas manusia?

Betapa banyak pemuda-pemudi menyia-nyiakan shalat. Jarang ada pemuda yang mengisi shaf-shaf shalat lima waktu di masjid.

Lihat pula generasi muda umat ini, kesibukan apa yang sering mereka tekuni? Ternyata banyak di antara mereka disibukkan dengan pergaulan bebas dan dunia maya. Bukan masjid-masjid Allah‘azza wa jalla yang didatangi, melainkan tempat hiburan, keramaian, dan kemaksiatan yang mereka gandrungi. Pemandangan yang sangat menyesakkan dan berat untuk diceritakan.
Nasalullah as-salamah wal ‘afiyah.
↩ Di sisi lain, kaum muslimin bercerai-berai. Umat dikotak-kotakkan dalam banyak partai politik setelah terpecah-pecah dalam aliran dan sekte-sekte Islam.

Mendengar ayat-ayat al-Qur’an dan hadits, mereka menghindar atau pura-pura tidak tahu. Duduk menuntut ilmu seakan-akan tidak mendatangkan apa yang mereka inginkan!

Dalam kancah politik, yang ada dalam benak mereka adalah bagaimana mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya dan menggapai kursi k

Powered by WPeMatico