Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


13 visitors online now
11 guests, 2 bots, 0 members
Map of Visitors

Pedoman Fikih Wanita

salafymediasalafymedia

Sebagai pedoman umum, ulama menjelaskan bahwa dalam permasalahan hukum Islam para wanita memiliki kesamaan dengan pria. Ini berlaku pada seluruh hukum, kecuali pada amalan-amalan yang dijelaskan oleh dalil akan adanya perbedaan antara lelaki dan wanita.

Di dalam haditsnya, Nabi Muhammad ﷺ bersabda :

إنما النساء شقائق الرجال

“Sesungguhnya wanita merupakan saudara kandung laki-laki.” HR. Abu Dawud (236), At-Tirmidzi (113), dan Ahmad VI/257

Berkata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah :

هذا إسناده صحيح

“Hadits ini sanadnya shahih.” (Ta’liiq ‘alat Tirmidzi, I/190)

Yakni dalam hal hukum pria dan wanita sama, semua yang berlaku pada laki-laki maka juga berlaku bagi wanita. Tapi dikecualikan darinya perkara-perkara yang memang diterangkan oleh dalil akan khususnya suatu hukum.

Al Imam Al Khathabi rahimahullah berkata :

إن الخطاب إذا ورد بلفظ الذكور كان خطابا للنساء إلا مواضع الخصوص التي قامت أدلة التخصيص فيها

“Apabila ada penetapan suatu hukum namun dengan lafazh “pria”, maka sebenarnya hukum itu juga berlaku bagi wanita. Kecuali pada sebagian amal yang padanya terdapat dalil pengkhususan.” (Ma’aalimus Sunan, I/79)

Dan benar saja, bentuk nyata penerapan hadits ini bisa kita jumpai pada kelengkapan haditsnya. Disebutkan dalam hadits tersebut, bahwa Rasulullah ﷺ ditanya tentang seorang lelaki yang ketika bangun dari tidur dia mendapati basah pada kemaluannya. Tapi dia tidak mengingat adanya “mimpi”.

Beliau pun berkata :

يغتسل

“Dia harus mandi.”

Dan beliau ﷺ pun ditanya tentang lelaki yang ingat bahwa dia mengalami “mimpi” tapi tidak mendapati “basah”.

Beliau menghukumi :

لا غسل عليه

“Tidak ada mandi wajib atasnya.”

Lalu Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha bertanya pada Rasulullah ﷺ :

المرأة ترى ذلك أعليها غسل؟

“Seorang wanita yang juga mengalami hal itu, apakah dia juga harus mandi?”

Beliau pun menjawab :

نعم، إنما النساء شقائق الرجال

“Ya, sesungguhnya wanita merupakan saudara kandung laki-laki.” Al Hadits

Asy-Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah berkata di saat menjelaskan hadits ini :

الأصل التساوي بين الرجال والنساء في الأحكام، والأحكام التي تقال في حق الرجال تسري على النساء إلا إذا وجد شيء يخصص الحكم بالرجال أو يخصص الحكم بالنساء

“Pada asalnya hukum pada laki-laki dan wanita itu sama. Sehingga hukum yang ditujukan pada laki-laki pun sebenarnya berlaku bagi wanita. Kecuali apabila didapati ada dalil yang mengkhususkan bahwa hukum itu berlaku bagi lelaki saja atau bagi wanita saja.” (Syarah Sunan Abu Dawud)

Dengan ini, insya Allah akan hilanglah banyak pertanyaan yang mungkin ada pada sebagian wanita terkait dengan tata caranya menjalani ibadah; disebabkan kebanyakan dalil yang ada tertuju pada laki-laki. Tinggal dia hukumi bahwa tidak ada perbedaan antara dia dan laki-laki, kecuali dalilnya menunjukkan itu khusus bagi laki-laki. Semoga memberi manfaat.

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja

— Hari Ahadi, sore 04 Dzulhijjah 1437 / 06 September 2016

Powered by WPeMatico