Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
13 guests, 3 bots, 0 members
Map of Visitors

Hukum Suami Baik Pada Istri

salafymediasalafymedia

Keharusan bersikap baik pada istri sebenarnya bukanlah pilihan. Artinya, kalau suami sedang ingin baik pada istrinya baiklah dia, tapi kalau tidak maka tidak. Bahkan sebenarnya, berbuat baik pada istri merupakan salah satu kewajiban suami dalam membina rumah tangga, bukan sekedar pilihan!

Hal ini, karena Allah subhanahu wa ta’ala memerintah pada segenap suami untuk bersikap baik pada pasangan hidupnya. Dimaklumi, hukum asal yang ditimbulkan dari adanya perintah ialah wajib.

Dalam ayat-Nya yang mulia Dia berfirman :

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan pergaulilah mereka dengan baik!.” (QS. An-Nisaa’ : 19)

Al Imam Ibnul ‘Arabi Al Maliki rahimahullah mengatakan :

“Dalam ayat ini Allah memerintahkan segenap suami di mulai dari awal kali mereka melangsungkan akad agar bergaul dan berinteraksi bersama pasangannya dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Karena hal ini bisa lebih mengantarkan pada ketenangan jiwa masing-masing, lebih menyenangkan hati, dan menentramkan kehidupan. Dan ini merupakan kewajiban seorang suami.” (Ahkam al-Qur’an, I/468)

Dalam bentuk apa suami berbuat baik?

Ada dua makna yang disebutkan oleh para ulama terkait bentuk perwujudan dari ayat di atas :

1. Berbuat baik dalam hal ucapan, memberi tempat tinggal, dan nafkah yang mencukupi bagi istri.

2. Melakukan kebaikan sebagaimana pelayanan yang telah diperbuat sang istri untuk dirinya. (Lihat : Ma’alim At-Tanzil, II/186)

Tapi harus ingat..

Sebagai catatan, bukan artinya bergaul dengan baik itu sampai pada batasan : membiarkan istri bertingkah semau dan sesuka hatinya, terlebih lagi bila kaitannya dengan kemaksiatan. Tentu, hal ini merupakan kesalahan, karena suami juga dituntut untuk senantiasa menjaga keluarganya agar jangan sampai mereka melanggar batasan-batasan Allah subhanahu wa ta’ala. Dia menyatakan dalam Al Qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya ialah manusia dan batu.” (QS. At-Tahriim :6)

Sebagai kesimpulan, berbuat baik pada keluarga ialah mengambil sikap yang tepat dalam tiap kondisi dan keadaan. Apabila keadaan menuntut sikap lembut, maka janganlah sikap marah yang kita pakai sebatas karena menuruti emosi sesaat. Begitu pula sebaliknya, berikan sikap tegas di saat kondisi memang menuntut akan hal demikian.

Wallahu a’lam bish shawab..

— Tenis Lapangan, @Kota Raja

— Hari Ahadi, ba’da zhuhr 29 Dzulqa’dah 1437 / 01 Agustus 2016

Powered by WPeMatico