Dia Sudah Meninggal! - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


14 visitors online now
2 guests, 12 bots, 0 members
Map of Visitors

Dia Sudah Meninggal!

salafymediasalafymedia

Ada saja yang dijadikan bahan obrolan. Mungkin agar menarik dan tidak muncul bosan. Sampai-sampai orang yang telah meninggal pun dibicarakan.

Namun biar bagaimana, kita tetap harus memperhatikan bagaimana syari’at mengatur batasan-batasan saat berbincang. Agar jangan sampai jadi petaka kita nanti di hari kebangkitan.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya terkait hukum membicarakan amal jelek orang yang telah meninggal dunia. Apakah boleh-boleh saja dikarenakan toh orangnya sudah meninggal? Mari kita simak satu pertanyaan yang masuk pada beliau sekaligus jawabannya.

P : Apa hukum membicarakan orang yang telah meninggal dunia serta beragam amal jelek yang dulu dia lakukan, seperti riba atau yang lainnya, serta hukuman yang Allah timpakan untuknya saat masih hidup, dikarenakan Allah azza wa jalla telah memberikan waktu bagi orang yang zalim namun tidak membiarkan mereka bebas begitu saja. Apakah menyebutkan langsung nama orang tersebut termasuk ghibah? Atau termasuk dalam hal yang haram?

J : Membicarakan orang yang telah meninggal dunia, berupa kejelekannya saat masih hidup merupakan perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah ﷺ, beliau ﷺ menyatakan dalam sabdanya :

لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ ؛ فَإِنَّهُمْ قَدْأَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا

“Jangan kalian mencela orang yang sudah meninggal, karena sesungguhnya mereka telah sampai pada yang mereka amalkan.” HR. Al Bukhari (1393)

Sikap yang benar ialah memintakan maaf dan pengampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas dosa mereka (seperti membaca : allahummagh firlahu warhamhu wa’fu ‘anhu.., pent). Karena boleh jadi Allah mengabulkan doanya, sehingga Dia memaafkan dan mengampuni kesalahan mereka.

Adapun menyebutkan kejelekan-kejelekan mereka yang telah meninggal, maka silakan sebutkan namun dengan tanpa menyebutkan nama secara langsung. Dalam rangka memperingatkan dari bahaya riba misalnya, silakan dia sampaikan : ’Tidakkah kalian memperhatikan (akhir dari) orang-orang yang melanggar perkara yang Allah haramkan!! Berupa transaksi riba. Hingga saatnya mereka berpisah dari dunia, maka tidak sedikitpun ada harta yang dia bawa!! Bahkan harta-harta itu mereka tinggalkan untuk orang lain. Maka orang lain yang beruntung, dia yang ruginya?!’.

Atau yang semisal ini, agar orang-orang yang masih hidup bisa mengambil pelajaran. Adapun menyebut nama orang yang meninggal secara langsung; maka hal tersebut tidak diperbolehkan.“ (Sumber : Fataawa Nuur ‘alad Darb lil ‘Utsaimiin, XII/487)

Maka perkara ini layak untuk terus kita ingat saat ada saudara, tetangga, atau kawan dekat yang meninggal dunia. Jangan membicarakan kejelekannya sewaktu hidup!! Dan ingatkan pula apabila ada orang lain yang membicarakan hal tersebut!! Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan taufiq untuk semua.

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja
— Hari Ahadi, 11 Rabi’ul Akhir 1438 / 08 Januari 2017 (revisi 271139)

Powered by WPeMatico