Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


17 visitors online now
4 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Bila Si Dia Marah

salafymediasalafymedia

Namanya juga hidup, Allah memang sudah ciptakan segala bentuk keanekaragaman pada semua yang diciptakan-Nya. Tidak terkecuali dengan cara bersikap dan memperlakukan seseorang, Allah pun sudah menciptanya secara berbeda-beda antara satu hamba dengan hamba lainnya.

Wajar. Bahkan wajar sekali, bila di satu kesempatan orang terdekat kita mungkin bereaksi di luar dugaan kita, tidak seperti biasanya. Secara khusus, bila dia sedang marah; ada sikap terbaik yang harus kita terapkan. Simak dengan baik keterangan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berikut ini, semoga bisa diamalkan.

متى رأيت صاحبك قد غضب ، وأخذ يتكلم بما لا يصلح فلا ينبغي أن تعقِد على ما يقول خِنصراً – أي لا تأخذ ما يقول بعين الاعتبار – ولا أن تؤاخذه به ؛ فإن حاله حال السكران ، لا يدري ما يجري

Apabila kamu melihat temanmu yang sedang marah hingga sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, maka jangan pernah kamu mengambil hati karena ucapannya dan membalasnya, karena kondisinya saat itu seperti orang mabuk yang tidak menyadari apa yang sedang terjadi.

بل اصبر لفورته ، ولا تعوِّل عليها؛ فإن الشيطان قد غلبه ، والطبع قد هاج ، والعقل قد استتر

Sabarlah terhadap amarahnya! Dan jangan kamu salahkan dia! Karena setan telah menguasainya, pribadinya dalam kondisi sangat labil, dan akal sehatnya telah tertutup.

ومتى أخذت في نفسك عليه ، وأجبته بمقتضى فعله كنت كعاقل واجه مجنونا ً، أو كمفيق عاتب مغمى عليه ، فالذنب لك

Kapan kamu menyikapi ledakan amarahnya dan bereaksi terhadap kelakuannya ketika itu, maka kamu tak ubahnya seperti orang berakal yang melawan orang tidak waras atau seperti orang sadar yang menyerang orang pingsan, artinya kamu yang akan terkena dosa.

بل انظر بعين الرحمة ، وتلمح تصريف القدر له ، وتفرج في لعب الطبع به ، واعلم أنه إذا انتبه ندم على ما جرى ، وعرف لك فضل الصبر

Semestinya, pandanglah dia dengan penuh kasih sayang! Dan ingatlah bahwa saat ini dia tengah berada dalam aturan takdir yang Allah tetapkan! Berusahalah untuk melepaskan emosi yang mempermainkannya. Ingatlah! Apabila dia telah tersadar, maka dia akan menyesali yang telah terjadi. Dan dia akan memahami bagaimana besarnya kesabaranmu.

 وهذه الحالة ينبغي أن يتعلمها الولد عند غضب الوالد ، والزوجة عند غضب الزوج ؛ فتتركه يشتفي بما يقول ، ولا تعوِّل على ذلك ؛ فسيعود نادما معتذرا

Sikap ini hendaknya dilatih dan dibiasakan oleh seorang anak ketika orang tuanya marah. Atau seorang istri ketika suaminya sedang emosi. Biarkan hingga kemarahannya mereda dan berhenti dari berbagai ucapannya. Jangan menyalahkan dia! Niscaya pasti, dia akan menyesal seraya memohon maaf atas segala yang telah terjadi.

، وأكثر الناس على غير هذا الطريق: متى رأوا غضباناً قابلوه بما يقول ويعمل وهذا على غير مقتضى الحكمة ، بل الحكمة ما ذكرته وَمَا يَعْقِلُهَا إِلاَّ الْعَالِمُونَ

Tapi sayang, kebanyakan orang tidak berada di atas jalan ini. Kapan mereka berhadapan dengan orang yang marah, mereka langsung menyikapinya sesuai dengan ucapan dan perbuatannya. Sikap ini bukanlah sikap hikmah. Bahkan hikmah ialah seperti yang aku sebutkan.

وَمَا يَعْقِلُهَا إِلاَّ الْعَالِمُونَ

“Dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS. al-Ankabuut : 43)

Sumber : Shaidul Khaathir, 468

Sulit? Lumayan. Tapi tidak juga bila kita berusaha melatih dan mengingat-ingat dengan baik nasihat beliau ini. Wabillaahi at-Taufiiq

— @Kota Raja, Jalur Masjid Agung

— Hari Ahadi, jelang ifthar 19 Ramadhan 1439 – menerjemah ucapan Ibnul Jauzi ini sudah lama, sejak 01 Rabi’ul Awal 1438 / 01 Desember 2016. Tapi namanya ilmu, kan nggak kenal usang ~~

Powered by WPeMatico