Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
13 guests, 3 bots, 0 members
Map of Visitors

Bermakmum Pada Orang Masbuq

salafymediasalafymedia

Kadang kita sedikit terlambat datang ke masjid untuk shalat karena suatu sebab. Kalau imam belum selesai perkaranya mudah; tapi bagaimana bila shalat sudah selesai? Ini yang jadi pembahasan kita.

Sebuah pernyataan diajukan pada Al ‘Allamah Ibnu Baaz rahimahullah :

P : Apabila saya mendapati imam telah salam, tapi masih ada sebagian jama’ah yang masbuq; bolehkah saya bermakmum dengan salah satu dari mereka?

جـ : الأمر في هذا واسع، إن صليت وحدك فهو أحوط وأولى خروجاً من خلاف العلماء، وإن كان معك جماعة فالأولى والأفضل أن تصلوا جميعاً ولا تصلوا مع المسبوق

J : “Masalah ini perkaranya luas. Jika kamu shalat sendiri maka ini lebih berhati-hati dan lebih utama dalam rangka keluar dari perselisihan ulama. Jika bersamamu ada orang lain; maka lebih utama jika kalian shalat berjamaah bersama dan tidak ikut pada makmum yang masbuq.”

KETERANGAN

Kebanyakan ulama memandang bahwa makmum yang masbuq tidak boleh dijadikan imam; jika dia melakukan itu maka shalatnya tidak sah. Namun -wallahu a’lam- nampaknya pendapat yang benar bahwa boleh menjadikan makmum masbuq sebagai imam karena status si masbuq sudah menjadi munfarid (shalat sendirian).

Meski hukumnya boleh dan shalatnya sah, namun menjadikan masbuq sebagai imam juga bukanlah hal yang sunnah atau utama; mengingat hal ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat yang mereka ialah orang-orang yang paling semangat mendapatkan pahala shalat berjamaah. Kalaulah itu hal yang utama; tentu telah ada riwayat yang menerangkan bahwa mereka melakukannya.

Sumber :

– http://www.binbaz.org.sa/noor/7156

– Keterangan dari kami  sebagiannya berasal dari penjelasan Asy-Syaikh Muhammad bin Shaalih Al ‘Utsaimiin rahimahullah dalam sebagian ceramah beliau.

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja

— Hari Ahadi, 23 Syawal 1438 / 07 Juli 2018

Powered by WPeMatico