Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


18 visitors online now
5 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Bekal Ilmu Zakat Fithri (Bag. III)

salafymediasalafymedia

#6 – Mengeluarkan Zakat Fithri

# WAKTUNYA

Zakat fithri wajib ditunaikan ketika bulan suci ramadhan berakhir. Sesuai dengan namanya, fithri yang bermakna berbuka (tidak puasa lagi). Yaitu ketika matahari di penghujung ramadhan terbenam. Imam Nawawi rahimahullah berkata :

“Menurut pendapat yang shahih dalam madzhab kami, zakat fithri wajib saat matahari (terakhir ramadhan) tenggelam dan memasuki malam hari raya. Pendapat ini juga dipilih oleh Ats-Tsauri, Ahmad, dan Ishaq.” (Al Majmu’, VI/109)

# Dari sini

Bila seorang anak lahir di sore hari terakhir ramadhan sebelum matahari tenggelam; maka harus dikeluarkan zakat fithri-nya. Sedang bila lahirnya malam hari raya; maka tidak wajib, karena dia tidak mendapati bulan ramadhan. (baca : Syarh Bidayah Al Mujtahid, II/667)

# Apakah boleh bayar zakat sebelum waktu di atas?

Dua pendapat masyhur yang kita ketahui di kalangan ulama dalam masalah ini :

Pendapat pertama, boleh mengeluarkan zakat fithri sedari awal ramadhan. Ini pendapat yang dipegang oleh madzhab Syafi’iyah (Al Majmu’, VI/84 – dst). Alasannya :

Zakat fithri wajib karena dua sebab, puasa dan fithri (tuntas dari puasa). Saat salah satunya telah ada; maka zakat sudah boleh ditunaikan. Persis dengan kasus zakat harta yang juga wajib karena dua sebab; nishab dan haul.

Saat nishab zakat harta sudah sampai; tapi haul belum, maka Islam membolehkan pemilik harta untuk membayar zakatnya (baca : At Tirmidzi 679). Demikian pula pada zakat fithri.

Pendapat kedua, baru boleh mengeluarkan zakat fithri dua atau tiga hari sebelum hari raya. Tidak boleh lebih dari itu. Dalilnya :

Karena zakat ini wajib disebabkan fithri (selesai dari ibadah puasa). Makanya disebut dengan zakat fithri. Sehingga tidak boleh dilakukan sebelum waktunya tiba.

Boleh dua atau tiga hari sebelumnya karena ada dalil yang membolehkannya pada sejumlah hari itu. Dan shahih dalam riwayat Al Bukhari (1511) bahwa para sahabat mengeluarkan zakatnya pada satu atau dua hari sebelum hari raya.

Terdapat dalam Al Mudawwanah (I/385) bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menyerahkan zakat fithri-nya di kisaran dua atau tiga hari sebelum ramadhan.

Tersimpulkan dari sini –wallahu a’lam-, bahwa pendapat kedua lebih aman untuk dipilih. Sebab pada kisaran satu hingga tiga hari sebelum hari raya saja lah kita mendapati para sahabat menyerahkan zakat fithri mereka. Tidak lebih dari tiga hari sebelum ramadhan. Wabillaahi at-Taufiiq.

# NIATNYA

Adapun lafazh, maka tidak ada. Sebab memang niat berada di dalam hati. Asy-Syaikh Al ‘Utsaimiin rahimahullah menyebutkan tiga hal yang semestinya dihadirkan dalam hati saat pembayaran zakat fithri; agar pemaknaan terhadapnya kian terasa.

أن ينوي بها التقرب إلى الله. وأن ينوي بها طهارة صيامه من اللغو والرفث. وأن ينوي بها نفع إخوانه المسلمين.

“Hendaknya seseorang berniat agar bisa semakin dekat pada Allah dengan ibadah ini,
Meniatkannya sebagai pembersih puasanya dari hal sia-sia dan keji,
Serta berniat untuk memberikan kemanfaatan untuk saudaranya kaum muslimin.” (Kaset Fataawaa Al Haram Al Makki, thn 1413, no. 8)

➡ satu bahasan tersisa..

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja

— Hari Ahadi, 28 Ramadhan 1439 / 13 Juni 2018

Powered by WPeMatico