Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


21 visitors online now
8 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Balas! Meski hanya dengan Doa

salafymediasalafymedia

Allah ta’ala melarang kita untuk melupakan kebaikan yang diberikan seseorang begitu saja. Dia menyatakan dalam firman-Nya :

وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

“Dan janganlah kalian melupakan kebaikan di antara kalian.” (QS. al-Baqarah : 237)

Di dalam hadits pun terdapat hal yang serupa dengan ayat di atas namun diutarakan menggunakan konteks yang berbeda, yaitu ketika Rasulullah ﷺ memerintahkan pada kaum muslimin agar berupaya senantiasa membalas jasa orang lain, sehingga tidak menganggapnya lewat begitu saja. Beliau menyatakan :

ومن أتى إليكم معروفًا فكافئوه، فإن لم تجدوا ما تكافئونه فادعوا له حتى تعلموا أن قد كافأتموه

“Apabila ada seseorang yang berbuat kebaikan pada kalian maka balaslah kebaikannya!! Namun bila kalian tidak mampu untuk membalasnya, maka doakanlah kebaikan baginya hingga kalian merasa telah membalas kebajikannya.” HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh Imam al-Albani rahimahullah.

Sebagian salaf pernah berkata :

إذا قصرت يداك بالمكافأة فليطل لسانك بالشكر والدعاء بالجزاء الأوفى

“Apabila tanganmu tak mampu untuk membalas kabaikan saudaramu, maka senantiasalah kau pakai lisanmu untuk berterimakasih dan mendoakan kebaikan yang sempurna untuknya.” (Disebutkan oleh Imam al-Mubarakfuriy dalam Tuhfatul Ahwadzi, 6/185)

Lalu apa doa terbaik untuk orang yang telah berbuat baik pada kita? Yang terbaik ialah doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ pada kita. Yaitu ucapan :

جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا

“Jazaakallaahu khoyron”

“Semoga Allah memberikan balasan pada saudara dengan sesuatu yang lebih baik.”

Di dalam haditsnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan :

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا . فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

“Barangsiapa yang mendapat kebaikan dari orang lain, lalu dia mendoakan kebaikan pada orang yang berbuat baik padanya itu dengan doa : “Jazaakallaahu khoyron” ; Maka sungguh, dia telah menunaikan kesyukuran yang selayaknya.” HR. at-Tirmidzi (Kitab al-Birr wa ash-Shilah, bab maa jaa-a fits tsnaa-i bil ma’ruuf, no. 2035)

Dan yang dimaukan bukan sekedar lafazh “Jazaakallaahu khoyron”– nya, namun inti dari padanya ialah tulusnya hati dalam mendoakan kebaikan tersebut bagi yang telah baik pada kita, disebabkan tidak adanya kemampuan untuk membalas dengan yang semisalnya.

Dan diriwayatkan, bahwa Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu menyatakan :

لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُكُمْ مَا لَهُ فِي قَوْلِهِ لِأَخِيهِ: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا، لَأَكْثَرَ مِنْهَا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ

Kalaulah kalian mengetahui seberapa dalam makna ucapan Jazaakallaahu khoyron, tentunya kalian akan sering mengucapkannya pada sesama kalian.” Disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 26519

Catatan :

– Jazaakallaahu khoyron bila diucapkan pada seorang lelaki

– Jazaakillaahu khoyron bila diucapkan pada seorang wanita

– Kalimat jazaakallaahu khoyron bisa dijawab dengan, “Aamiin” karena dia bag dari doa. Bisa pula dengan mendoakan balik, wa jazaakallaahu khoyron. Tapi jawaban ini bukanlah menjadi keharusan.

— Dekat Rondong Demang, @Kota Raja

— Hari Ahadi, Pagi yang Cerah, 28 Dzulqa’dah 1437 / 31 Agustus 2016 -disusun ulang 22 Ramadhan 1439 / 07 Juni 2018

Powered by WPeMatico