Wali Allah Bukan yang Bisa Terbang - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
6 guests, 10 bots, 0 members
Map of Visitors

Wali Allah Bukan yang Bisa Terbang

salafymediasalafymedia

Sudah begitu banyak pandangan yang salah dalam memahami istilah Wali Allah. Pendapat yang bahkan sangat bertentangan dengan ayat alquran. Semoga keterangan dari salah seorang ulama besar di masa kita berikut bisa memberikan sedikit pencerahan dalam memandang makna Wali Allah.

“Ciri dan syarat-syarat menjadi wali Allah telah Dia jelaskan dalam firman-Nya :

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

”Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran yang menghinggapi mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Mereka adalah) orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa.” (QS. Yunus:62-63).

Maka inilah ciri dan syarat-syarat seseorang dikatakan wali Allah, (1) beriman kepada Allah, dan (2) bertakwa kepada-Nya. Maka siapa saja yang beriman dan bertaqwa kepada Allah maka dia wali Allah.

Adapun orang yang melakukan perbuatan syirik maka dia bukan wali Allah, bahkan dia adalah musuh Allah, seperti yang Dia firmankan dalam ayat-Nya :

مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ

“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah : 98)

Maka laki-laki atau perempuan mana saja, yang berdoa kepada selain Allah, dan meminta bantuan kepada selain Allah dalam perkara yang tidak dimampui kecuali hanya Allah saja yang mampu, maka dia termasuk orang-orang yang musyrik lagi kafir, bukan wali Allah, walau dia mengaku bahwa dirinya merupakan wali Allah.

Sehingga klaim dia sebagai wali Allah tanpa menauhidkan-Nya, beriman kepada-Nya, serta takwa; merupakan pengakuan dusta yang bertentangan dengan status wali Allah.” (Fataawa Nuur ‘alad Darb lil ‘Utsaimin, I/421)

Jadi bila menyimak keterangan beliau di atas; kita bisa pahami bahwa wali Allah ialah satu derajat yang hanya bisa diraih dengan iman dan takwa. Iman, ini jelas.

Sedang takwa, ialah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Jadi jika seseorang meninggalkan shalat; pasti dia bukan wali Allah. Yang terus menerus minum khamr, mencuri, berzina, dll; berarti dia bukan wali Allah.

Sebab Allah mengabarkan bahwa sifat wali-Nya ialah yang beriman dan bertakwa.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah bisa menjalankan sifat iman dan takwa dalam hidup; sehingga bisa Dia golongkan pada barisan wali-wali-Nya. Aamiin..

— Tenis Lapangan, @Kota Raja

— Hari Ahadi, ba’da ‘Isya, 24 Rabi’ul Awal 1438 / 22 Desember 2016 (revisi 05 Syawal 1439)

Powered by WPeMatico