Ternyata Imam Batal.. - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
3 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Ternyata Imam Batal..

salafymediasalafymedia

Status Shalat Makmum Apabila Wudhu Imam Batal Ketika Shalat

Bagaimana tinjauan ulama Islam dalam kasus ini? Mungkin kita merasa tidak pernah menemui kasus demikian, tapi siapa yang tahu bahwa pernah suatu ketika Imam kita wudhunya batal, namun dikarenakan malu ia pun enggan untuk membatalkan shalatnya. Atau jangan-jangan kita yang pernah menjadi Imam lantas terjadi hal yang demikian pada kita??

Berkaitan kasus di atas, Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim bin Taimiyyah rahimahullah berkata :

أَمَّا الْمَأْمُومُ إذَا لَمْ يَعْلَمْ بِحَدَثِ الْإِمَامِ أَوْ النَّجَاسَةِ الَّتِي عَلَيْهِ حَتَّى قُضِيَتْ الصَّلَاةُ فَلَا إعَادَةَ عَلَيْهِ عِنْدَ الشَّافِعِيِّ وَكَذَلِكَ عِنْدَ مَالِكٍ وَأَحْمَد إذَا كَانَ الْإِمَامُ غَيْرَ عَالِمٍ وَيُعِيدُ وَحْدَهُ إذَا كَانَ مُحْدِثًا. وَبِذَلِكَ مَضَتْ سُنَّةُ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ فَإِنَّهُمْ صَلَّوْا بِالنَّاسِ ثُمَّ رَأَوْا الْجَنَابَةَ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَأَعَادُوا وَلَمْ يَأْمُرُوا النَّاسَ بِالْإِعَادَةِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ

“Jika makmum tidak mengetahui bahwa imam berhadats atau tentang keberadaan najis pada imam hingga shalat selesai dikerjakan; maka tidak perlu dia mengulang shalatnya, inilah pendapat yang dipegangi oleh Imam Syafi’i, Imam Malik, demikian pula Imam Ahmad. Bila si imam tidak mengetahui bahwa dia berhadats (kecuali setelah shalat selesai, pent) maka ia ulangi shalatnya sendirian.

Di atas hal inilah amalannya khulafa’ur rasyidin, di mana sebagian mereka pernah menjadi imam shalat, lalu selesai shalat barulah ia tersadar bahwa sedang dalam kondisi junub; maka beliau pun mengulangi shalatnya sendiri dan tidak menyuruh jamaah untuk shalat kembali. Wallahu a’lam.” (Majmu al-Fataawaa, XXIII/369)

Mirip dengan keterangan di atas, Asy-Syaikh Al ‘Allaamah Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan :

إذا صلى الإنسان إماماً، وهو على غير طهارة،- فإن كان متعمداً، فهو آثم، ويجب عليه أن يعيد صلاته، وأن يتوب إلى الله ويستغفره،- وإذا كان جاهلاً مثل أن يكون أكل لحماً، ولا يدري أنه لحم إبل، ثم تبين له بعد الصلاة أنه لحم إبل، فليس عليه إثم، لكن عليه إعادة الصلاة؛ لأنه صلى بغير وضوء.- وكذلك إن كان ناسياً؛ كما لو كان قد أحدث، ونسي أن يتوضأ، ثم صلى ثم ذكر، فإنه لا إثم عليه، لكن يجب عليه أن يتوضأ، ويعيد الصلاة.

Apabila seseorang menjadi imam dalam kondisi dia tidak suci (maka dilihat), jika dia :

Sengaja; maka dia berdosa dan berkewajiban untuk (1) mengulang kembali shalatnya, (2) bertaubat dan beristighfar kepada Allah subhanahu wa ta’ala (atas dosa tersebut).

– Sedang bila dia tidak tahu (tidak sengaja), misalnya dia makan daging, namun tidak tahu bahwa itu daging unta (makan daging unta termasuk pembatal wudhu, pent). Selesai shalat baru dia tahu bahwa yang dia makan tadi daging unta; maka pada keadaan ini dia tidak berdosa. Akan tetapi wajib baginya untuk mengulang shalatnya, sebab ia shalat tanpa berwudhu.

– Demikian pula hukumnya apabila dia lupa, semisal apabila dia berhadats namun lupa berwudhu dan langsung memimpin shalat dan seusai shalat baru teringat; maka dia tidak berdosa. Kewajibannya ialah berwudhu lalu mengulangi shalatnya sendiri.

أما بالنسبة للمأمومين، فليس عليهم إعادة صلاة أبداً، ولا إثم عليهم؛ لأنه ليس لهم إلا الظاهر، وهذا الرجل صلى بهم إماماً على أنه متطهر، وأنه ليس فيه مانع من صلاته، فهم معذورون؛ لأنهم قاموا بما يجب عليهم

Sedangkan yang kaitannya dengan shalat makmum; maka mereka tidak perlu mengulang shalatnya dan tidak ada dosa atas mereka. Karena keharusan mereka hanyalah melihat lahiriah imam, (yang mereka tahu) bahwa lelaki ini menjadi imam dalam kondisi suci, tidak ada sesuatu yang menghalangi shalatnya. Sehingga mereka mendapat uzur dikarenakan mereka telah menjalankan apa yang telah menjadi kewajibannya. (Silsilah Liqaa-aat al-Baabi al-Maftuuh seri ke. 54)

insyaallah keterangan dari dua ulama Islam di atas telah mencukupi untuk menjawab pertanyaan di atas. Semoga bermanfaat.

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja
— Hari Ahadi, ba’da ‘Ashr, 19 Rabi’ul Akhir 1438 / 17 Januari 2017

Powered by WPeMatico