Serius, Mereka Ada!! - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
3 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Serius, Mereka Ada!!

salafymediasalafymedia

Pernah dengar ada yang bilang, “Hari ginii masih percaya begituan?! Ha ha.. “ ketika mendengar masalah kerasukan jin? Ya, kebanyakan kita mungkin pernah mendapati jenis orang seperti ini. Tapi apakah ini sikap yang benar? Mari bersama kita simak penjelasan dari alim besar di masa ini, Asy-Syaikh Shaalih bin Fauzaan bin Abdillah Al Fauzaan hafizhahullaah terkait pertanyaan yang ditujukan pada beliau.

76 ـ في عصرنا الحاضر كثُرَ حديث الناس عن تلبُّس الجنِّ بالإنس، ودخولهم فيهم، ومن الناس من ينكر ذلك، بل إنّ البعض ينكر الجنَّ إطلاقًا؛ فهل لهذا تأثير على عقيدة المسلم‏؟‏ وهل ورد ما يلزم بالإيمان بالجنِّ‏؟‏ ثم ما الفرق بينهم وبين الملائكة‏؟‏

P : Di zaman sekarang banyak orang yang membicarakan tentang jin yang merasuki tubuh manusia. Sebagian orang tidak memercayai hal itu. Dan sebagian lain bahkan tidak percaya sama sekali bahwa jin itu ada. Nah apakah hal semacam ini bisa memengaruhi aqidah seorang muslim? Dan apakah ada dalil yang mengharuskan kita beriman bahwa jin itu ada? Kemudian, apa perbedaan antara jin dan malaikat?

الجواب :

إنكار وجود الجنِّ كفر وردَّةٌ عن الإسلام؛ لأنه إنكارٌ لما تواتر في الكتاب والسنة من الأخبار عن وجودهم؛ فالإيمان بوجودهم من الإيمان بالغيب؛ لأننا لا نراهم، وإنما نعتمد في إثبات وجودهم على الخبر الصَّادق؛ قال تعالى في إبليس وجنوده‏:‏ ‏{‏إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ‏}‏ ‏[‏الأعراف‏:‏ 27‏.‌‏]‌‏

أمَّا إنكار دخولهم في الإنس؛ فلا يقتضي الكفر، لكنه خطأ، وتكذيب لما ثبت في الأدلَّة الشرعيَّة والواقع المتكرِّر وجوده، لكن لِخفاء هذه المسألة لا يُكفَّر المخالف فيها، ولكن يخطَّأ؛ لأنه لا يعتمد في إنكار ذلك على دليل، وإنما يعتمد على عقله وإدراكه، والعقل لا يُتَّخذ مقياسًا في الأمور الغيبيَّة، وكذلك لا يكون العقل مقدَّمًا على أدلَّة الشرع؛ إلا عند أهل الضلال‏.‏

والفرق بين الجنِّ والملائكة من وجوه‏:‏

الوجه الأول‏:‏ من وجه أصل الخِلقة؛ فالجنُّ خُلِقوا من نار السَّموم، والملائكة خُلِقوا من نور‏.‏

الوجه الثاني‏:‏ أن الملائكة عبادٌ مطيعون لله، مقرَّبون، مكرَمون؛ كما قال تعالى‏:‏ ‏{‏بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ، لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ‏}‏ ‏[‏الأنبياء‏:‏ 26، 27‏.‌‏]‏، وقال تعالى‏:‏ ‏{‏لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ‏}‏ ‏[‏التحريم‏:‏ 6‏.‌‏]‌‏.‏

أما الجنُّ؛ فمنهم المؤمن ومنهم الكافر؛ كما قال تعالى إخبارًا عنهم‏:‏ ‏{‏وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ‏}‏ ‏[‏الجن‏:‏ 14‏.‌‏]‏، ومنهم المطيع ومنهم العاصي؛ قال تعالى‏:‏ ‏{‏وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ‏.‌‏.‌‏.‌‏}‏ ‏[‏الجن‏:‏ 11‏.‌‏]‏ إلى غير ذلك من الآيات‏

J : – “Tidak percaya bahwa jin ada merupakan suatu tindak kekafiran dan kemurtadan dari Islam. Karena itu berarti, ia telah mengingkari berita yang sangat banyak di dalam alquran dan juga hadits tentang keberadaan jin. Beriman (yakin) bahwa mereka ada termasuk dalam bentuk keyakinan terhadap hal yang gaib, karena kita tidak melihat mereka. Namun kita bersandar pada kabar yang pasti benarnya terkait keberadaan kaum jin. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman terkait Iblis dan bala tentaranya :

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ‏

“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al A’raaf : 27)

– Adapun tidak percaya bahwa jin bisa merasuki manusia; maka ini tidak menjadikan seseorang kafir. Tapi dia telah salah! Sebab itu bentuk sikap mendustakan perkara yang terbukti adanya berdasarkan dalil syari’at dan kenyataan yang berulang-ulang.

Tapi dikarenakan samarnya perkara ini, maka orang yang tidak percaya jin bisa merasuki manusia tidak divonis kafir, namum dinyatakan bahwa dia salah!! Sebab pengingkarannya terhadap hal tersebut tidak berdasar pada dalil sama sekali. Bahkan sebatas bertumpu pada jangkauan akalnya. Sedangkan akal, tidak bisa dijadikan acuan dalam masalah gaib.

Ditambah pula, bahwa akal tidak boleh dikedepankan di atas dalil syar’i. Berbeda dengan orang-orang sesat (yang lebih mendahulukan akal dari pada dalil, pent).

– Perbedaan antara jin dan malaikat ada pada beberapa sisi, di antaranya :

1. Dari asal penciptaan. Jin diciptakan dari api yang sangat panas; sedang malaikat dicipta dari cahaya.

2. Malaikat adalah hamba-hamba Allah yang taat, dekat, dan mulia di sisi-Nya. Sebagaimana yang Dia firmankan :

بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ، لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ‏

“Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS. Al Anbiyaa’ : 26-27)

Dan firman-Nya :

لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ‏

“dan mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahriim : 6)

Sedangkan jin, ada yang kafir dan ada yang beriman. Seperti yang Dia firmankan tentang ucapan kaum jin :

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ‏

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.” (QS. Al Jinn : 14)

Dan :

‏وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ‏.‌‏.‌‏.‌‏

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya.” (QS. al-Jinn : 11)

Dan ayat-ayat lain yang semisal.” (Al Muntaqaa min Fataawaa Al Fauzaan, Soal no. 76)

Demikian penjelasan dari beliau hafizhahullaah, semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kita dan keluarga.

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja
— Hari Ahadi, ba’da ‘Isya, 06 Rabi’ul Akhir 1438 / 03 Januari 2016

Powered by WPeMatico