Rambu Dalam Bergurau - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
3 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Rambu Dalam Bergurau

salafymediasalafymedia

Tak diragukan, bercanda di saat-saat yang tepat bisa membawa dampak positif bagi pikiran maupun jiwa. Dari sinilah, ulama menyatakan bahwa bercanda pada kerabat, teman, maupun sahabat dekat itu amalan yang dianjurkan. Asy-Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan hafizhahullah berkata :

و المزاح مندوب إليه بين الإخوان و الأسدقاء و الخلان و الأوفياء

“Bercanda bersama kerabat, teman, maupun sahabat ialah perkara yang disukai.” (Syarh al-Adaab al-Mufrad, II/1153)

Meski tidak jarang pula dijumpai ajang candaan yang berakhir menyakitkan. Yang mana itu terjadi ketika aturan dalam bercanda sudah tidak lagi diindahkan. Maka berikut kami sebutkan beberapa rambu-rambu penting terkait hal ini, guna menghindarkan munculnya masalah buruk yang tidak diinginkan :

1. Candaan tidak mengandung unsur materi yang menyakiti pihak lain, serta tidak memunculkan ungkapan-ungkapan yang sifatnya merendahkan kehormatan maupun agama. Karena menyakiti saudara semuslim, baik dengan bentuk ucapan maupun tindakan merupakan suatu dosa yang secara gamblang disebutkan dalam Al-Quran. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab : 58)

2. Menghindari candaan yang sifatnya dusta. Bahkan di dalam hadits (At-Tirmidzi, 2315 dan Abu Dawud, 4990) terdapat ancaman keras bagi orang yang bercanda atau melucu tapi dengan menggunakan ucapan atau perbuatan dusta.

3. Tidak terdapat padanya tudingan/tuduhan buruk pada saudara, tanpa adanya landasan yang jelas. Bahkan hal ini bisa menjadi salah satu sebab kebangkrutan yang akan menimpa seorang hamba nantinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﺇﻥ اﻟﻤﻔﻠﺲ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﻳﺄﺗﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺑﺼﻼﺓ، ﻭﺻﻴﺎﻡ، ﻭﺯﻛﺎﺓ، ﻭﻳﺄﺗﻲ ﻗﺪ ﺷﺘﻢ ﻫﺬا، ﻭﻗﺬﻑ ﻫﺬا، ﻭﺃﻛﻞ ﻣﺎﻝ ﻫﺬا، ﻭﺳﻔﻚ ﺩﻡ ﻫﺬا، ﻭﺿﺮﺏ ﻫﺬا

“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari kalangan umatku ialah seseorang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, zakat, dan puasa. Dalam keadaan ia pernah mencela yang ini, menuduh yang itu, makan harta si ini, menumpahkan darah si itu, dan memukul yang sana.” HR. Muslim, no. 2581

4. Bersih dari ghibah atau menggunjing orang lain. Artinya jangan sampai yang dijadikan bahan guyon ialah aib saudaranya yang saat itu tidak bersama mereka. Telah kita ketahui bersama bagaimana besar dan menjijikkannya dosa men-ghibah saudara, dalam hal bab apapun itu.

5. Tidak berlebihan dalam bercanda. Karena berlebihan dalam canda akan mengakibatkan banyak dampak negatif, seperti :

– Akan menghilangkan rasa malu di kalbu,
– Merendahkan wibawa,
– Memunculkan dendam tersembunyi, apabila candaan tidak lagi mengindahkan hal-hal di atas,
– Bahkan bisa sampai pada tingkatan saling boikot. (Syarh al-Adaab al-Mufrad, asy-Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan hafizhahullah, II/1153-1154.)

Apa dalil bolehnya bercanda?

Yang menjadi dalil ialah hadits yang terdapat pada Jaami’ At-Tirmidzi, Musnad Ahmad, dan Al Adab Al Mufrad. Dari hadits Abu Hurairah beliau berkata : “Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah!! Sesungguhnya engkau bergurau dengan kami? Beliau pun menjawab :

إني لا أقول إلا حقا

“Sesungguhnya aku tidak berucap melainkan yang benar.” al-Hadits

KESIMPULAN

Candaan itu disukai apabila : bersih dari pelanggaran-pelanggaran syariat dan tidak dilakukan dengan berlebihan.

Wallahu a’lam

— Odah Etam Sini, @Kota Raja
— Hari Ahadi, Dhuha 23 Syawal 1437 / 28 Juli 2016

Powered by WPeMatico