Permohonan Empat Hal yang Mulia - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
3 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Permohonan Empat Hal yang Mulia

salafymediasalafymedia

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca doa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Allaahumma inni as-alukal hudaa wat tuqoo wal ‘afaafa wal ghinaa

“Ya Allah sesungguhnya hamba memohon pada-Mu hidayah, ketakwaan, ‘iffah, dan kecukupan.” HR. Muslim (2721)

Doa permohonan ini merupakan satu di antara sejumlah doa yang mengandung permohonan yang amat agung, sebagaimana Rasulullah ﷺ telah memohon dengan doa ini sepatutnya pula kita juga memohon pada Allah dengan doa ini.

Makna Permohonan Hidayah dan Takwa

Hidayah bermakna petunjuk. Sedangkan takwa berasal dari kata bahasa arab “Wiqaayah”, yang berarti pelindung. Sehingga saat seseorang meminta hidayah itu berarti dia meminta petunjuk dari Allah. Dan saat seseorang meminta “takwa” itu berarti dia sedang meminta penjagaan dari Allah. Lalu hidayah apa yang kita minta dan perlindungan dari apa yang kita mohon? Simak keterangan Ath-Thibiy rahimahullah berikut ini (baca : Tuhfatul Ahwadzi, IX/461).

Berkata Ath-Thibiy rahimahullah :

“Disebutkannya hidayah dan ketakwaan begitu saja dalam doa ini; agar melingkupi (1) Semua bentuk hidayah/petunjuk yang diperlukan oleh seorang hamba baik dalam urusan dunianya, akhiratnya, maupun akhlaknya. Dan (disebutkannya takwa begitu saja) agar (2) mencakup semua hal yang mesti dihindari oleh seseorang dari perkara kesyirikan, kemaksiatan, dan akhlak rendahan.”

Makna ‘Iffah dan Kecukupan

Berkata Imam Nawawi rahimahullah :

“Makna ‘afaaf dan ‘iffah : membersihkan diri dan menahan jiwa dari perkara yang haram. Sedang makna kecukupan : kecukupan hati, rasa tidak butuh pada manusia dan yang ada pada mereka.” (Al Minhaj, XVII/4)

Ulama Mengatakan Tentang Doa Ini

Jika kita merenungi doa ini, tentu kita bakal jumpai bahwa tidak seorang pun hamba melainkan sangat butuh terhadap doa ini.

– Dalam urusan akhirat, tatkala dihadapkan dengan sebuah amalan dan akhlak mulia : dia perlu hidayah Allah agar bisa tergerak melakukannya. Sedang dalam urusan dunia, saat dia dihadapkan dengan kebingungan dalam pekerjaan, jodoh, usaha : dia pun perlu hidayah Allah agar bisa memilih dan menjalankan yang terbaik.

– Tatkala dihadapkan dengan keinginan berbuat maksiat : dia perlu pemberian takwa dari Allah agar bisa terhindar dari maksiat itu.

– Tatkala dihadapkan dengan bentuk-bentuk pekerjaan dan penghasilan haram : dia perlu sifat ‘iffah agar kuat meninggalkannya.

– Dan tatkala dihadapkan dengan kondisi susah : dia perlu rasa “cukup” di hati sehingga tidak menyandarkan harapannya kepada makhluk.

Oleh karenanya, sampai-sampai asy-Syaikh Abdurrahman as-Si’diy rahimahullah mengatakan :

“Doa ini termasuk doa yang paling lengkap dan paling bermanfaat. Terkandung di dalamnya permohonan kebaikan dunia dan akhirat.” (Bahjatu Quluubil Abraar, hlm. 249)

Bahan Bacaan:
[ Fiqh Al Ad’iyah wa Al Adzkar hlm. 902-903 ]

— @Kota Raja, Jalur Masjid Agung

— Hari Ahadi, Pagi 16 04 1439 / 03 01 2018

Powered by WPeMatico