Jika Diusilin Teman - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
6 guests, 10 bots, 0 members
Map of Visitors

Jika Diusilin Teman

salafymediasalafymedia

Pernah diusili sama teman ya? Tentu pernah. Apakah boleh dibalas? Simak ulasannya dari uraian Faqiihul ‘Ashr Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berikut ini.

P : Wahai Syaikh, apakah berdosa seseorang yang membalas suatu ucapan atau tindakan jelek yang dilakukan orang lain terhadapnya? Kewajiban apa yang yang harus dia lakukan dalam kondisi ini?

J : Apabila seseorang membalas kepada orang yang telah menzaliminya sebanding dengan yang dia dapat; maka dia tidak berdosa, bahkan dia telah berbuat adil dengan sikapnya tersebut.

Allah tabaraka wa ta’ala berfirman :

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا

”Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.” (QS. asy-Syuraa : 40)

Dan Allah ta’ala berfirman :

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِ

“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.” (QS. an-Nahl : 126)

Dan Allah ta’ala berfirman :

فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ

”Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu.” (QS. al-Baqarah : 194)

Akan tetapi yang paling utama dia memaafkannya, apabila orang tersebut memang layak untuk dimaafkan. Karena Allah tabaraka wa ta’ala berfirman :

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

”Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. asy-Syuraa : 40)

Namun apabila dia tidak layak diberi maaf; maka yang lebih utama adalah tidak memberi maaf untuknya, misalnya dia adalah orang yang memang jahat dan suka bertindak melampaui batas terhadap orang-orang. Yang apabila diberi maaf niscaya dia akan kembali menzalimi orang lain lagi.

Bahkan untuk model orang seperti ini hendaknya dia mengambil haknya (membalas kejahatannya) dan ini lebih utama. Karena Allah ta’ala menetapkan syarat untuk diberi maaf apabila hal itu akan menimbulkan kebaikan, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

”Maka barangsiapa memaafkan dan *melakukan perbaikan* maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. asy-Syuraa : 40)

Sehingga memaafkan bukanlah hal terpuji dalam tiap keadaan. Namun harus disertai syarat yang Allah sebutkan dalam ayat, yaitu terjadinya perbaikan.

(Sumber : Fataawa Nuur ‘alad Darb, XII/445)

Jadi dapat kesimpulannya ya sudah. Kalau memang layak dimaafkan, ya lebih baik dimaafkan lahh. Tapi kalau sudah kebiasaannya ganggu dan ngusilin, maka jangan diberi maaf. Dibalas saja.

Tapi kalau memang dibalas, maka jangan lupa juga!! Balasannya harus sebanding saja. Tidak boleh balasannya lebih parah.. Wallahu a’lam.. Semoga jadi pencerahan buat etam.

Maaf apa adanya ya, insya Allah dipahami kan?? Kontributornya makan dulu, alhamdulillah dapat kiriman dari teman.. Semoga berkah

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja

— Hari Ahadi, Jelang Istirahat, 18 Rabi’ul Awal 1438 / 16 Desember 2016

Powered by WPeMatico