Dicuci Sebelum Dipakai? - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
3 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Dicuci Sebelum Dipakai?

salafymediasalafymedia

Pernah dengar baju cakar? Cap Karung, kata orang. Karena baju-baju yang dimaksud dikumpulkan dalam karung yang besar. Baju-baju tersebut ialah kumpulan baju bekas yang berasal dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Meski bekas, tapi baju-baju tersebut telah memiliki peminat tetap yang sudah siap berjubel dengan gunungan baju untuk memilih pakaian yang masih berkualitas, bermerek, dan tentunya dengan harga yang jauh lebih murah dari pada harga barunya.

Ini hanya sedikit ilustrasi tentang fenomena baju cakar di negeri kita, tapi yang ingin jadi titik perhatian kita ialah mengenai status kesucian baju-baju tersebut. Apakah wajib dicuci sebelum dipakai? Atau boleh langsung dipakai? Mengingat pakaian-pakaian bekas import tersebut tentu ada yang bekas dipakai oleh orang kafir.

Mari bersama, kita simak penjelasan dari Al ‘Allamah Shaalih Al Fauzaan hafizhahullah dalam permasalahan ini.

س : يوجد في بلادنا ألبسة مستعملة من قبل في بلاد أجنبية غير إسلامية، فما حكم هذا اللباس في الصلاة، هل يؤثر على صحتها بالرغم من أننا نغسلها كالعادة قبل أن نلبسها ؟

P : Di negara kami terdapat pakaian-pakaian bekas yang berasal dari negeri kafir. Apa hukum menggunakan pakaian ini ketika shalat? Apakah bisa berpengaruh pada keabsahan shalat? Dalam kondisi kami telah mencuci pakaian tersebut seperti biasa sebelum menggunakannya.

الجواب: الأصل في الألبسة الطهارة، ولو كانت ثياب كفار، أو من منسوجات الكفار، فالأصل فيها الطهارة، ويجوز لنا أن نستعملها وأن نصلي فيها بدون غسل إلا إذا علمنا نجاستها، فحينئذ نغسل النجاسة إذا تيقناها وعلمناها، أما إذا لم نعلم عنها شيئاً فالأصل فيها الطهارة، ولا يجب علينا غسلها قبل استعمالها، وهذا عمل المسلمين من عهد النبي صلى الله عليه وسلم إلى وقتنا هذا، والله أعلم.

J : “Hukum asal pada pakaian ialah suci. Meskipun pakaian orang kafir atau pakaian buatan mereka. Hukum asalnya suci. Sehingga boleh kita mengenakannya dan memakainya untuk shalat tanpa dicuci terlebih dulu, terkecuali bila diketahui secara meyakinkan bahwa memang ada najisnya, barulah dicuci.

Adapun bila kita tidak mengetahui ada apa-apanya pada pakaian tersebut, maka hukum pakaian itu suci. Tidak ada kewajiban untuk mencucinya sebelum dipakai. Inilah yang dilakukan kaum muslimin semenjak zaman Rasulullah ﷺ hingga sekarang (terkait dengan pakaian orang kafir).” (Al Muntaqaa min Fataawa Asy-Syaikh Al Fauzaan, V/331)

Jadi kesimpulannya, selama nampak bersih dari najis maka boleh langsung dipakai. Silakan juga kalau ingin dicuci, tapi tidak perlu berlebihan sampai pakaiannya direbus juga. Dan sebenarnya bahasan ini tidak terbatas pada baju, masuk juga celana, selimut, handuk, jaket, dll.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

“Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?!’.” (QS. al-A’raaf : 32)

Pada ayat ini Allah mengingkari siapa saja yang menganggap haram sejumlah jenis pakaian dan berbagai perhiasan yang padahal telah Dia halalkan bagi manusia. (Tafsir Ibn Katsir, VI/291)

Wallahu a’lam, semoga berfaidah.

— Jalur Masjid Agung, @Kota Raja

— Hari Ahadi, ba’da ‘isya, 08 Rabi’ul Awal 1438 / 06 Desember 2016

Powered by WPeMatico