Adakah yang Ingin Mengingat - Salafy Media
Salafy Media

Radio Islam Indonesia

Who's Online


16 visitors online now
3 guests, 13 bots, 0 members
Map of Visitors

Adakah yang Ingin Mengingat

salafymediasalafymedia

Singgah sejenak di wilayah rumah sakit; menjadikan teringat dengan ujung kehidupan, mau tak mau. Siapa di dunia ini yang akan hidup selamanya?!

Sering kita sulit terkendali dengan sebab kehidupan. Datanglah solusi dari Nabi ﷺ agar ingat kematian.

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ “. يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah oleh kalian untuk mengingat penghancur kelezatan!” yang dimaksud beliau ialah kematian. HR. Ash-habus Sunan kecuali Abu Dawud, dinyatakan hasan shahih oleh Syaikh Nashir

Dalam sebuah kesempatan, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkisah :

كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ ؟

“Saya pernah duduk-duduk bersama Rasulullah ﷺ, kemudian datang salah seorang sahabat Anshar dan mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ. Lantas bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mu’min seperti apa yang paling cerdas?’

” أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا “

“Yang paling baik akhlaknya.” Jawab beliau.

قَالَ : فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ ؟

Sahabat tadi kembali bertanya, ‘Mu’min seperti apa yang paling cerdas?

قَالَ :  أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

Nabi Muhammad ﷺ pun menjawab, ‘Yang paling banyak ingat kematian dan paling baik persiapannya untuk hari kebangkitan. Mereka itulah orang-orang yang cerdas!’ HR. Ibnu Majah (4259), dihukumi hasan oleh Syaikh Nashir

Telah berkata Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu :

كفى بالموت واعظا

“Cukuplah kematian sebagai peringatan.” HR. Imam Ahmad dalam az-Zuhd, 176

Al ‘Allamah Al ‘Utsaimiin rahimahullah menyatakan :

وينبغي للإنسان أن يتذكر حاله ونهايته في هذه الدنيا، وليست هذه النهاية نهاية، بل وراءها غاية أعظم منها، وهي الآخرة

“Sudah selayaknya bagi seorang manusia untuk sering mengingat-ingat akan kondisi dan waktu akhir kehidupannya di dunia. Bahwa akhir kehidupan bukanlah akhir segalanya. Bahkan, di baliknya terdapat penghujung yang paling besar. Yaitu akhirat.”

فينبغي للإنسان أن يتذكر دائماً الموت لا على أساس الفراق للأحباب والمألوف؛ لأن هذه نظرة قاصرة

Maka setiap orang semestinya selalu mengingat kematian, namun bukan dilandasi dengan anggapan bahwa kematian merupakan perpisahan dengan orang-orang dan perkara-perkara yang dicinta. Karena ini merupakan pandangan yang terlalu pendek.

ولكن على أساس فراق العمل والحرث للآخرة، فإنه إذا نظر هذه النظرة استعد وزاد في عمل الآخرة

“Tetapi hendaknya kematian itu dipandang sebagai pemutus kita dari amal dan bercocok tanam untuk akhirat. Karena di saat dia memandang demikian, persiapan pun pasti dilakukannya dan amalnya pun kian ditingkatkan olehnya.” (Asy-Syarh Al Mumti’, V/232)

Moga jadi pengingat, bagi penyusunnya. Dan siapa saja yang ingin mengambil manfaat darinya.

— Jembatan Ruhui Rahayu, @Samarinda

— Hari Ahadi, ba’da ‘isya 09 Dzulqa’dah 1439 / 21 Juli 2018

Powered by WPeMatico